photo
Bagikan artikel ini ke:

Hypertrophic Scar vs Keloid, Ini Perbedaannya!

Penulis: Nulook Expertise
13/03/2025

Bekas luka bisa menjadi salah satu masalah kulit yang mengganggu, terutama jika berkembang menjadi hypertrophic scar atau keloid. Kedua jenis bekas luka ini sering disalahartikan sebagai hal yang sama, padahal ada perbedaan signifikan antara keduanya. Hypertrophic scar cenderung terbatas pada area luka awal, sementara keloid bisa tumbuh melewati batas luka dan terus berkembang.

 

Lalu, apa perbedaan utama antara hypertrophic scar vs keloid? Bagaimana cara mengenali keduanya dan metode perawatan yang tepat? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

 

Perbedaan Hypertrophic Scar vs Keloid

 

Meski sama-sama muncul sebagai bekas luka yang menonjol, hypertrophic scar dan keloid memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut perbedaan utama yang perlu kamu ketahui:

 

1. Definisi

 

Hypertrophic scar adalah bekas luka yang mengalami penebalan akibat produksi kolagen berlebih saat proses penyembuhan kulit. Namun, bekas luka ini hanya terbatas pada area luka awal dan tidak melebar ke jaringan kulit sekitarnya.

 

Keloid, di sisi lain, merupakan pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan dan melampaui batas luka awal. Keloid bisa terus berkembang bahkan setelah luka sembuh, dan sering kali lebih sulit dihilangkan dibandingkan hypertrophic scar.

 

2. Warna dan Tekstur

 

Hypertrophic scar biasanya berwarna merah muda hingga merah, sedikit menonjol, dan terasa lebih keras dari kulit normal. Sedangkan, keloid cenderung berwarna merah keunguan atau lebih gelap dari warna kulit asli, memiliki tekstur yang lebih padat, serta sering kali terasa lebih tebal dan kenyal.

 

3. Waktu Munculnya Bekas Luka

 

Hypertrophic scar biasanya berkembang dalam beberapa minggu setelah luka sembuh. Bekas luka ini mungkin tampak menonjol dan merah, tetapi sering kali mengalami perbaikan seiring waktu. Dalam beberapa bulan hingga satu tahun, hypertrophic scar bisa mengecil dan warnanya menjadi lebih samar.

 

Keloid, di sisi lain, bisa muncul berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah luka sembuh. Oleh karena itu, perawatan untuk keloid lebih kompleks dibandingkan dengan hypertrophic scar.

 

Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Bekas Luka Operasi secara Optimal

 

4. Gejala dan Tekstur Bekas Luka

 

Hypertrophic scar biasanya terasa keras, sedikit menonjol, dan memiliki warna merah hingga merah muda. Meskipun bisa menimbulkan rasa gatal atau nyeri, gejalanya umumnya berkurang seiring waktu.

 

Keloid memiliki tekstur yang lebih keras dan sering kali terasa lebih gatal atau nyeri dibandingkan hypertrophic scar. Warna keloid juga cenderung lebih gelap, seperti merah keunguan atau kecokelatan, tergantung pada warna kulit seseorang. Selain itu, keloid sering kali terasa lebih tebal dan terus bertambah besar.

 

5. Perawatan

 

Hypertrophic scar bisa diatasi dengan perawatan sederhana, seperti penggunaan krim silikon, terapi tekanan, atau prosedur laser untuk meratakan bekas luka. 

 

Sebaliknya, keloid membutuhkan penanganan yang lebih intensif karena sifatnya yang lebih agresif. Perawatan keloid dapat mencakup suntikan steroid, terapi laser, cryotherapy (pembekuan jaringan), hingga pembedahan. Namun, perlu diingat bahwa keloid memiliki risiko tinggi untuk tumbuh kembali setelah pengangkatan, sehingga perawatannya harus dilakukan dengan hati-hati.

 

Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Scar di Wajah dengan Aman

 

Cara Mencegah Munculnya Hypertrophic Scar dan Keloid

 

Mencegah terbentuknya bekas luka berlebih jauh lebih mudah dibandingkan mengobatinya. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko hypertrophic scar maupun keloid:

 

1. Menjaga Luka Tetap Bersih dan Lembap

 

Menjaga kebersihan luka sangat penting dalam mencegah hypertrophic scar maupun keloid. Luka yang bersih akan sembuh lebih cepat dan mengurangi kemungkinan terbentuknya jaringan parut berlebih. Selain itu, menggunakan salep antibiotik atau pelembap khusus dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi peradangan.

 

2. Menghindari Tekanan atau Tarikan pada Luka

 

Ketegangan pada kulit di sekitar luka bisa meningkatkan risiko terbentuknya hypertrophic scar dan keloid. Jika luka berada di area yang sering bergerak, seperti sendi atau leher, usahakan untuk menggunakan perban atau plester silikon untuk melindunginya. Ini dapat membantu mengurangi tekanan dan mencegah pembentukan bekas luka yang tebal.

 

3. Menggunakan Krim atau Gel Silikon

 

Produk berbasis silikon, seperti lembaran silikon atau gel silikon, terbukti efektif dalam mencegah dan mengurangi bekas luka. Silikon membantu menghidrasi kulit, mengurangi produksi kolagen berlebih, dan meratakan tekstur bekas luka. Kamu bisa mulai menggunakannya setelah luka benar-benar sembuh untuk hasil yang optimal.

 

4. Menghindari Paparan Sinar Matahari Berlebihan

 

Sinar matahari dapat membuat bekas luka menjadi lebih gelap dan sulit dihilangkan. Oleh karena itu, gunakan tabir surya dengan SPF tinggi jika bekas luka terpapar sinar matahari langsung. Ini akan membantu menjaga warna kulit tetap merata dan mencegah hiperpigmentasi pada bekas luka.

 

Baca Juga: Laser Resurfacing: Manfaat, hingga Kesesuaian untuk Kulit

 

5. Konsultasi dengan Dokter untuk Perawatan Medis

 

Jika kamu memiliki riwayat hypertrophic scar atau keloid, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan prosedur yang berpotensi menimbulkan luka, seperti operasi atau tindik. Dokter mungkin akan menyarankan tindakan pencegahan, seperti suntikan steroid sebelum prosedur atau perawatan laser sejak dini untuk mengurangi risiko terbentuknya bekas luka yang berlebihan.

 

Hypertrophic scar dan keloid memang terlihat mirip, tetapi memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal penyebaran, waktu muncul, gejala, dan perawatannya. Jika kamu mengalami bekas luka yang menonjol, penting untuk mengetahui jenisnya agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat. Selain itu, melakukan langkah pencegahan juga sangat penting untuk mengurangi risiko terbentuknya bekas luka yang berlebihan.

 

Fraxis Laser Bali di Nulook, Solusi Bekas Luka yang Efektif!

 

Jika Beauties memiliki bekas luka atau keloid yang mengganggu, perawatan Fraxis Duo Laser di Nulook bisa menjadi solusi terbaik untukmu. Teknologi canggih ini menggabungkan laser fractional CO2 dan microneedle RF untuk memberikan hasil maksimal dalam mengatasi berbagai permasalahan kulit.

 

Manfaat Fraxis Duo Laser:

 

  • Memudarkan bekas jerawat dan bekas luka dengan merangsang regenerasi kulit
  • Mengurangi kerutan dan garis halus dengan meningkatkan produksi kolagen
  • Meningkatkan tekstur dan elastisitas kulit sehingga tampak lebih halus dan kenyal
  • Menghilangkan noda hitam dan hiperpigmentasi untuk warna kulit yang lebih merata
  • Mengecilkan pori-pori agar kulit tampak lebih bersih dan bebas kilap
  • Mengencangkan kulit wajah dan leher untuk tampilan lebih segar dan muda

 

Selain itu, bagi kamu yang memiliki keloid, Nulook juga menyediakan perawatan injeksi keloid yang efektif untuk mengempiskan dan mengurangi pertumbuhan jaringan parut berlebih.

 

Jangan biarkan bekas luka mengganggu kepercayaan dirimu! Segera konsultasikan perawatan Fraxis Duo Laser dan injeksi keloid  di Nulook dan dapatkan kulit sehat serta mulus seperti yang kamu impikan. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp untuk booking konsultasi!

 

Referensi:

 

logo

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait

Layanan Terkait & Artikel

Aesthetic Treatment

Facial Treatment

Plastic Surgery

Cell Therapy

Nulook Event